Cikarang — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Haji Agus Salim Cikarang Bekasi menggelar Seminar Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXIII pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI HAS Cikarang tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas pelaksanaan KKN mahasiswa di sejumlah desa.
Selain seminar hasil KKN, kegiatan juga diisi dengan nonton bareng KKN After Movie yang menampilkan rangkaian pengalaman mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di lapangan.
Ketua LPPM STAI HAS, Daan Dini Khairunida, S.Ag., M.EIL, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa atas partisipasi dan kesungguhan mereka selama mengikuti program KKN.
“Saya atas nama LPPM mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, atas kesungguhannya, dan semangatnya,” ujar Daan.
Menurut Daan, pengalaman selama KKN diharapkan tidak berhenti setelah program berakhir. Ia mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat di lokasi pengabdian.
“Beberapa kali saya hadir di penutupan, pihak desa merasa waktu KKN terlalu sebentar kalau hanya satu bulan. Mudah-mudahan teman-teman yang pernah KKN di Jatireja, Jatibaru, Hegarmanah, maupun Karangsari tidak memutus silaturahmi dengan tempat KKN. Karena inti kita sebagai mahasiswa adalah pengabdian, yang sebenarnya tidak hanya dilakukan selama KKN,” katanya.
Sementara itu, Ketua STAI HAS Cikarang, Drs. Solihin Sari, M.Si., mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan KKN XXIII. Ia juga mengaku telah mengunjungi langsung empat desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.
“Alhamdulillah program KKN kita berhasil. Selama KKN, saya bisa mendatangi empat desa, walaupun lokasinya tidak dekat,” ujar Solihin.
Ia menilai pengalaman selama KKN merupakan bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa sebelum terjun dan berkiprah di tengah masyarakat.
“Ini adalah bekal bermasyarakat yang harus kalian kenang dan jadikan standar ketika nanti bergaul di masyarakat. Ini merupakan bagian dari perkuliahan yang tentunya akan menjadi pengalaman berkesan,” katanya.
Seminar hasil KKN XXIII sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai pengabdian, komunikasi, dan pengalaman bermasyarakat ke dalam kehidupan setelah menyelesaikan perkuliahan.
STAI Haji Agus Salim